Aksi Damai
Posted June 6, 2008 by bukikpsiCategories: Tentang Anak & Keluarga
Tags: Aksi Damai, Bukik, Damai, idola cilik, soundtrack
Kalau Ibu-Ibu Senang, Kegiatannya kan Banyak
Posted November 27, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Appreciative Inquiry, Tentang Indonesia
Kalau cerita tentang kegiatan PKK disini, semua kegiatan disini itu datangnya dari ibu-ibu sini sendiri, ya prinsipnya itu kalau Ibu-ibu itu senang menjalankannya ya…monggo, pokoknya bisa dijalani aja gitu.
Di daerah sini itu seringkali mendapat bantuan dari pemerintah, ya…baru-baru ini kita dapat bantuan dari pemerintah provinsi, kita disuruh menyusun proposal, ya…bantuan ini kebetulan juga untuk keluarga miskin (gakin) lansia, ya saya mikir kira-kira bikin apa ya?, kalau kue..masak lansia disuruh bikin kue, ya akhirnya saya mikir gimana kalau bikin jamu aja….kan bikin jamu itu gampang, dan nggak butuh modal banyak, bantuan modal awal dari pemerintah itu 2,5 juta, saya pikir cukup untuk membuat warung jamu. ya…akhirnya disetujui, dan dananya pun sudah turun, ya akhirnya saya wujudkan jadi warung tepat disebelah balai RW. Untuk menjalankan warung ini ya dari para anggota lansia itu sendiri. Di warung itu, mulai dari yang jaga toko sampai yang membuat jamunya ya dari anggota lansia itu sendiri, ya itu tadi…dana 2,5 juta tadi itu saya pecah buat modal awal membuat jamu, ya saya pikir 30 ribu kan cukup, saya bilang, “ya sekarang untuk belajaran coba dititipin ke warungnya RW dulu, nanti kalau sudah enak terus mau jualan sendiri ya…monggo, ya pokoknya tidak memberatkan ibu-ibu ”. Ya kebetulan juga warung ini baru berjalan 1 bulan ini, jadi masih belum keliatan hasilnya. Disamping warung jamu itu, kelompok lansia juga mempunyai kegiatan yang sudah ada sejak lama ya antara lain lewat olah raga senam lansia, diadakan setiap hari minggu pagi.
Selain kelompok lansia, juga ada kegiatan yang sifatnya pembinaan buat ibu-ibu muda, seperti kelompok jahit. Disini itu juga dapat bantuan dari Deperindag mesin jahit sebanyak 3 buah, kelompok usaha jahit ini sudah berjalan selama 2 tahun ini, ya jalan sih jalan tapi ya…mandeg-mandeg, mungkin juga ini karena kita masih terbatas menjahit kerudung, kalau saya sih pengennya juga mengajarkan menjahit baju, biar bisa maju gitu…toh saya dulu juga pernah kursus menjahit. Nanti kalau sudah maju khan, Insya Allah bisa menambah penghasilan ibu-ibu yang ada di kelompok itu, karena selama ini pemasukannya untuk kas kelompok jahit PKK ini.
Terus, disini itu khan banyak kelompok-kelompok pengajian, salah satunya kelompok pengajian PKK, kalau pengajian PKK ini sifatnya lebih mengarah pada Yasinan saja, mungkin kalau Yasinan saja khan bosen, lha terus ibu-ibu itu ngeliat sekarang trendnya itu pada bikin hadrah, di RW II bikin hadrah, jadi ibu-ibu pengen bikin hadrah. Saya bilang ke ibu-ibu “ ya monggo kalau memang ibu-ibu ini pengen bikin hadrah, asalakan ibu-ibu seneng dan menjalankan, ya silahkan “. Menurut ibu-ibu kalau hadrah itu menyenangkan, karena bisa tampil, kita juga sudah 2 episode tampil mendampingi acaranya Tan Mei Hwa1, terus besok kita juga ngisi acara tafsir di TVRI, artinya khan ibu-ibu itu seneng kalau bisa tampil di TV. .
Oh iya…disini juga ada TK, ya TK itu berdirinya sudah lama banget, malah lebih lama dibanding balai RW-nya sendiri, malah sudah banyak warga yang berhasil itu lulusan TK sini. Ya..TK itu juga jadi pemasukan RW dan ada yayasannya sendiri lho…, ya sebagian besar muridnya juga dari warga sini sendiri, ya kalau ada anak-anak yang dari PAUD itu berprestasi bisa masuk TK sini dikasih diskon. TK disini itu sering menang, kemarin aja menang lomba drumband tingkat Kotamadya, sebenarnya sih juara I, tapi ada yang sakit jadi cukup dapat juara III, selain itu juga sering dapat juara di tingkat kecamatan.
Saya fikir, kegiatan-kegiatan itu yang penting jalan semua, walaupun pelan-pelan, prinsip saya ini selama saya bisa usahakan ya…saya kerjakan, kan semua itu yang penting ibu-ibu disini itu senang menjalaninya, dan itu juga yang memotivasi saya.
Cerita-Cerita Seru lain dapat dibaca dengan click disini
Skripsi Appreciative Inquiry
Posted November 27, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Appreciative Inquiry, Tentang Indonesia
Tags: appreciative inquiry, community development, riset, skripsi
ABSTRAK SKRIPSI DIMAS ARYO WICAKSONO, 2007
PETA INTI POSITIF MASYARAKAT SEBAGAI DASAR KEGIATAN COMMUNITY DEVELOPMENT DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN APPRECIATIVE INQUIRY.
Penelitian ini mengenai pemetaan inti positif sebuah masyarakat yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar kegiatan community development. Kegiatan community development saat ini lebih memandang bahwa masyarakat atau komunitas adalah pihak yang lemah dan selalu membutuhkan bantuan, sehingga akan selalu memunculkan analisis kebutuhan yang tidak akan pernah habis, penelitian ini berdasarkan bahwa untuk melakukan kegiatan community development dapat menggunakan apa yang sudah ada di masyarakat, atau yang lebih dikenal dengan assets based community development. Sehingga nantinya akan lebih bermanfaat bagi siapapun yang terkait dengan kegiatan ini, baik itu masyarakat, pemerintah maupun pihak swasta. Untuk menemukan kekuatan masyarakat dengan berlatar belakang peristiwa atau kejadian terbaik dari masyarakat itu sendiri, maka digunakan pendekatan appreciative inquiry.
Read the rest of this post »
Revolution of Dance
Posted October 2, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Pendidikan, Uncategorized
Menjadi Pencipta Perubahan, dalam spirit Ramadhan
Posted September 26, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Anak & Keluarga, Tentang Pendidikan
Kalau saya mengatakan tidak ada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri, saya yakin anda semua pasti sudah pernah mendengarnya. Sudah banyak orang melontarkan pernyataan itu. Sayang, kenyataan yang kita alami sehari-hari justru mengatakan sebaliknya. Perubahan tetaplah ditakuti dan dihindarkan. Lalu bagaimana?
Kita mungkin terlalu “serius” dalam bekerja. Layaknya orang dewasa, kita cenderung bersikap rasional, hati-hati, lebih mengendalikan, dan berorientasi sekedar menjalankan tugas. “Yang penting bonus naik tahun ini”. Atau, “yang penting bos gak marah”. Kita merasa sudah tahu segalanya. Dan yakin benar dengan pengetahuan itu. Kita hanya akan menjalan suatu resep hanya bila resep itu sudah terbukti sukses.
Apa sebenarnya perubahan itu? Menjadi baru. Menjadi berbeda. Nah bagaimana kita dapat berubah ketika perubahan berarti hal baru, sementara kita selalu yakin dengan pengetahuan kita. Gandhi mengatakan, jadilah perubahan yang ingin anda lihat. Jadilah baru! Karena pola pikir lama akan menarik hal-hal lama pula. Dan hanya baru yang akan memicu gelombang pembaharuan.
Informasi yang kita peroleh berasal dari dua sumber utama yaitu indera (sensing) dan imajinasi (intuisi). Sebagai orang dewasa, kita hidup dalam tradisi yang mementingkan informasi yang berasal dari indera. Apa yang bisa dilihat ya itulah yang benar. Pencipta perubahan mengubah modusnya dari indera ke imajinasi. Sering terjadi di dunia bisnis kita, latah mengikuti sebuah sistem yang berhasil di perusahaan lain yang dipandang bonafit. Tiba-tiba semua perusahaan menerapkan sistem tersebut, tanpa peduli dengan karakteristik dan aspirasi anggota perusahaan.
Nah, bulan Ramadhan ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk mentransformasikan diri menjadi pencipta perubahan. Puasa menandakan adanya suatu perintah dari otak kita kepada tubuh untuk menahan tuntutan mengenai lapar dan haus. Kita berniat untuk menjaga indera kita dari hal-hal yang tidak perlu. Gunakan indera seperlunya untuk bertahan hidup. Tidak lebih. Nah ketika indera terbatasi, maka hidupkanlah imajinasi kita.
Bayangkan kebaikan luar biasa yang belum pernah ada akan terjadi pada diri kita, keluarga kita ataupun perusahaan kita! Habiskan waktu kita untuk melampui jaman kita, menyelusuri harapan-harapan terdalam kita yang ingin kita saksikan di masa mendatang. Yakinlah kita akan bisa menyaksikan keadaan puluhan tahun dari sekarang (1000 bulan), sebagai visi yang memandu tindakan kita saat ini.
Berhasil melampui ujian berpuasa akan mentransformasikan kita kepada semangat dan bahkan diri yang baru. Seakan-akan terlahir kembali. Menjadi bayi. Putih kembali. Bukan saja bersih dari dosa. Jauh lebih penting, menjadi bayi adalah memandang dunia dengan cara baru. Membuang cara pandang lama kita. Menjadi anak kecil kembali. Apa dampaknya?
Pertama, anak kecil selalu ingin tahu. Anak kecil selalu bertanya mengenai segala sesuatunya. “Apa sih itu ma?” Keingintahuan ini menandakan dua ciri penting yaitu kemauan mendengarkan orang lain dan kemauan untuk belajar. Coba cek di organisasi kita, seberapa jauh orang mau mendengarkan dan mengembangkan pengetahuan? Apalagi kalau kita sudah jadi manajer atau direktur….mendengarkan?
Kedua, anak kecil mudah takjub dengan hal-hal disekitarnya. Ciri ini membuat anak kecil mudah bahagia. Mereka bisa bahagia, dengan hal-hal kecil. Dengan kata lain, ambang batas bahagia mereka rendah. Bagaimana dengan kita? Ketika belum dapat pekerjaan, kita merasa akan bahagia kalau mendapat pekerjaan. Setelah mendapat pekerjaan, kita menunda kebahagiaan kita, karena belum mendapat promosi.
Ketiga, anak kecil berani mencoba sesuatu yang baru. Ketakjuban dan kebahagiaan memberi energi positif pada anak kecil untuk berani mencoba sesuatu yang baru. Nothing to loose. Just do it lah…. Sementara kita penuh perhitungan untung rugi. Penuh kekhawatiran. “jangan-jangan…”. Lihatlah para pelopor melemparkan produk mereka, seperti walkman, ipod, atau personal computer. Bukankah itu upaya hanya dipandu imajinasi, bukannya perhitungan rasional. Lebih-lebih, ketika organisasi menjadi raksasa…..langkahnya akan semakin hati-hati, terikat oleh berbagai aturan.
Keempat, anak kecil persisten dalam mendapatkan yang diinginkan. Anak kecil akan berjuang sekuat tenaga. Menangis. Berteriak. Berguling-guling. Tidak peduli itu membuat malu orang tuanya. Sementara, kita simpan keinginan dalam hati ketika ada kesempatan. Dan berkeluh kesah, ketika kesempatan sudah sirna.
Kelima, anak kecil penuh gairah dalam mengerjakan suatu aktivitas. Anak kecil menikmati setiap momen dalam mengerjakan suatu aktivitas. Segalanya adalah keajaiban bagi mereka. Coba ingat, bagaimana kita mengerjakan tugas-tugas kita? Tugas bagi kita menjadi suatu kewajiban, suatu beban. Kita menetapkan standar hanya pada titik “sesuai dengan kemauan bos!”.
Menjadi pencipta perubahan berarti mentransformasi mindset, dari yang berpijak pada apa yang kita ketahui menjadi berpijak pada yang belum kita ketahui. Dari pengetahuan menuju imajinasi. Tranformasi itu menemukan momentumnya di bulan puasa ini. Dan kita sungguh diberkahi, ketika kita berjumpa esok hari dengan spirit anak kecil dalam diri kita. Anak kecil yang selalu ingin tahu. Takjub dengan dunia. Mencoba hal baru. Persisten. Dan penuh gairah dalam menjalani hidup. Semoga!
An Invitation: Can Your Film Change the World?
Posted September 18, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Indonesia
Bobby Mcferrin – Passion Learning
Posted September 14, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Pendidikan
Bobby Mcferrin – Ave Maria
Bobby Mcferrin improvisation with Richard Bona
Analog Teaching
Posted September 12, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Pendidikan
“X”
Aku seperti terombang-ambing olehnya
Mencari sebuah makna
Ditengah kumpulan makna-makna yang lain
Sebenarnya tanda apakah itu?
Persimpangankah?
Atau sesuatu yang lebih mendalam
Di tengah persimpangan jalan itu
Kutemukan hal yang misterius
Hal yang terlarang
Hal yang belum selesai
Dan melebihi apa yang kuketahui
Persimpangan itu selalu menghampiriku
Karena itu adalah bagian dari diriku yang lain
Di suatu bagian kehidupanku
Oleh: Rizal, Andri, Yusni, Dina, Lia, Icha, Hepi, Afif, Riska, Fatma, Nindia
Simple but meaningfull
Aku adalah aku
Kau adalah kau
Dia adalah dia
Tapi disini tidak ada aku, kau dan dia
Yang ada hanyalah kita….
Banyak bunga berbeda tapi tumbuh
Dalam satu ikatan taman indah
Jangan terpaku dengan keindahannya
Karna kita punya satu asa
Satu pancaran sinar
Membiaskan cahaya di berbagai dimensi
Laksana hidup sederhana
Tetapi beribu makna
Oleh: Aldila, Windha, Ary, Nadya, Anugrah, Nia
EX
EX….Who are you?
Aku bilang berani
Kamu bilang misteri
Dia bilang hati-hati
Mereka bilang emosi diri
Ada yang bilang imajinasi
Ah, terlalu banyak ambisi
EX..Where are you?
Engkau begitu tegas
Bagai batu yang sangat keras
Hebat, kau hanya goresan
Yang begitu sederhana
Namun kau sangat berarti
Karena kau menyimpan berjuta arti
Oleh: Erlisa, Inda, Fajar, Tiin, Rahmaniar
“X”
Seperti mimpi tanpa keraguan
Layaknya penantian tanpa harapan
Menggapai asa tanpa makna
Terlepas senyum yang tak tulus
Bagai laut yang tak bertepi
Burung dan angin mengalir menjadi satu
Eloknya cahaya memantulkan sinarnya
Mengukirkan sisi kehidupan
Meraih mimpi yang terbawa angin malam
Dan langit tak terbatas tanpa kelambu bintang
Begitu gelap sunyi dan hampa
Jagad raya terdiam seribu bahasa
Apalah sebuah arti
Tanda adanya bukti yang terpatri
Apalah seuntai kata
Tanpa disadari saling mengerti
Perbedaan bukanlah suatu perpecahan
Keanekaragaman adalah awal dari sebuah perubahan
Yakinlah pada satu keyakinan
X yang kau cari……X yang selalu berlari
Oleh: Bilham, Agus, Haeti, Windya, Putri
X
X itu…adil..
X itu….berbeda…
Terkadang membingungkan
Dan memunculkan ketidakjelasan
Hidup itu adil
Hidupku dan hidupnya berbeda
Kegundahan, kegelisahan, misterius
Ku alami di hidupku,
Sampai suatu hari
Terbersit satu kata
Tujuan
Kan kucari, jawaban itu
Melalui sebuah tanda tanya
X yang salah
X yang penuh dengan penolakan
Dan X yang selalu diartikan tidak benar itulah
Yang memberikan warna dan pengharapan dalam hidup
Oleh: Erni, Prasetyaning, Erni, Stella
Jika
Jika aku adalah X
Aku bukan diriku
Jika aku adalah X
Aku bebas terbang melayang
Melalang buana
Mencari suka dan duka
Jika aku adalah X
Aku adalah lorong
Tanpa awal tanpa akhir
Jika aku adalah X
Selalu ada pertentangan dalam diriku
Selalu ada pertemuan dari berbagai penjuru
Jika aku adalah X
Dalam diriku ada X
Dengan X aku ada
Dengan X aku tiada
Oleh: Ully, Izdihar, Meru, Safinatul, Reni, Rahardian
X
Bimbang hati ini
Kan tujuan pasti
Lewati batas diri
Akan ada kala
Dimana kita
Ada di persimpangan
Berkata hati kita
Tentang apa yang dirasakannya
Berkata jiwa kita
Karena arah tujuan hidup kita
Tidak tahu kita, benar salahnya
Tanggung jawab kita
Oleh: Rizky, Frida, Novi, Alta, Kiki, Meizha
X
Duniaku penuh dengan X
Inginku meng X-presikan diri
Bebas tanpa halangan
Ataupun rintangan
Nikmatnya X tak terkira
Karena X pikiran utama
X bisa membuatmu tak terbeban
Karena x adalah rokokku
Oleh: Valdy, Satria
Giliran kamu ciptakan keajaibanmu!!!
Posted September 10, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Indonesia
Harapan terkonyol
Posted June 21, 2007 by bukikpsiCategories: Tentang Pendidikan
Semalem diingatin sama meta. “blognya diupdate dong….”. Jadi akhirnya…..Gini ceritanya….
Semalam nonton film patch adams, filmnya robin william, sangat khas robin william. Di film itu ada seorang pasien, nyonya wilson, yang sudah berminggu-minggu menolak makan, walau para dokter dan perawat telah melakukan berbagai upaya. Suatu hari, adams mengunjungi nyonya wilson. Ngajak ngobrol. Ngobrol tentang impian, apa yang diharapkan akan terjadi. Setelah itu, interaksi antara mereka terputus. Sampai kemudian 2 orang kawan adams membopong nyonya wilson ke suatu tempat rahasia. Nyonya wilson bertanya-tanya, tapi pasrah aja. Abis sudah tua dan lemah banget kondisinya. Mereka bertiga tiba disuatu lapangan dan disana sudah ada adams. Adams berdiri ditengah kolam renang bundar buatan yang isinya penuh dengan……mi…….sontak aja wajah nyonya wilson penuh cahaya, tertawa lebar. Nyonya wilson masuk ke kolam itu dan berdansa bersama adams. mereka berdua tergelak-gelak. Dikelilingi beberapa dokter dan perawat.
Tubuhku langsung bekerja. Ternyata harapan terkonyol sangat powerfull. Bisa mengubah seseorang. Ehm sepertinya menarik…..langsung kutulis sms…”Apa harapan terkonyol dalam hidupmu?” dan kukirim ke semua kawan…..gila….benar-benar gila….jawaban-jawabannya cantik banget……mau tau? nih diantaranya Read the rest of this post »










Recent Comments